//
you're reading...
Obat tradisional herbal penyembuh

Obat Tradisional Herbal Penyembuh Penyakit


Daun Sesendokan

daun sendok/kitolod/kiurat

(Plantago mayor L.)

Familia :

Planfaginaccae

Sinonim :

= P.asiatica, Linn. = P.crenata, Blanco. = P.depressa, Willd. = P.erosa, Wall. = P.exaltata, Horn. = P.hasskarlii Decne. = P.incisa, Hassk. = P.loureiri, Roem. et Schult. = P.media, Blanco.

Nama Lokal :

Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan,; Sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot,; suri pandak (Jawa). daun urat. daun urat-urat, daun sendok,; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera). ; Torongoat (Minahasa). ; Che qian cao (China), ma de, xa tien (Vietnam),; Weegbree (Belanda), plantain, greater plantain, ; Broadleaf plantain, rat’s tail plantain, waybread,; White man’s foot (Inggris).;

Uraian :

Daun sendok merupakan gulma di perkebunan teh dan karet, atau tumbuh liar di hutan, ladang, dan halaman berumput yang agak lembap,kadang ditanam dalam pot sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini berasal dari daratan Asia dan Eropa, dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 3.300 m dpl. Tumbuhan obat ini tersebar luas di dunia dan telah dikenal sejak dahulu kala serta merupakan salah satu dari 9 turnbuhan obat yang dianggap sakral di Anglo Saxon. Terna menahun, tumbuh tegak, tinggi 15 – 20 cm. Daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar. Bentuk daun bundar telur sampai lanset melebar, tepi rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, pertulangan melengkung, panjang 5 – 10 cm, lebar 4 – 9 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk tersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm, kecil-kecil, warna putih. Buah lonjong atau bulat telur, berisi 2 – 4 biji berwarna hitam dan keriput. Daun muda bisa dimasak sebagai sayuran Perbanyakan dengan biji.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah,; Bengkak karena penyakit ginjal (nefrotik edema), batu empedu,; Batu ginjal, radang prostat (prostatitis), kencing sedikit, demam, ; Influenza, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas (Bronkhitis) ; diare, disentri, nyeri lambung, radang mata merah (konjungtivitis),; Kencing manis (diabetes melitus), cacingan, gigitan serangga,; Hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut), mimisan,; Gangguan pencernaan pada anak (dispepsia), cacingan,; Perangsang birahi (afrodisiak), beser mani (spermatorea),; Kencing sakit (disuria), sukar kencing, penglihatan kabur,; Batuk darah, keputihan (leukore), nyeri otot, mata merah,; Batuk berdahak, beri-beri, darah tinggi (hipertensi), rematik gout,; Sakit

Pemanfaatan dan bagian yang digunakan :

Herba, biji, akar. Biji dikumpulkan setelah masak lalu digongseng atau digongseng dengan air asin.

Indikasi herba atasi penyembuhan:

– gangguan pada saluran kencing seperti infeksi saluran kencing,

kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal

(nefrotik edema), kencing sedikit karena panas dalam,

– batu empedu, batu ginjal,

– radang prostat (prostatitis),

– influenza, demam, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas

(bronkitis),

– diare, disentri, nyeri lambung,

– radang mata merah (konjungtivitis), menerangkan penglihatan yang

kabur,

– kencing manis (DM),

– hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut),

– cacingan, gigitan serangga, dan

– perdarahan seperti mimisan, batuk darah.

Akar berkhasiat untuk mengatasi:

– keputihan (leukore) dan

– nyeri otot.

Biji berkhasiat untuk mengatasi:

– gangguan pencernaan pada anak (dispepsia),

– perangsang birahi (afrodisiak), beser mani (spermatorea),

– kencing sakit (disuria), sukar kencing, rasa penuh di perut bagian

bawah,

– diare, disentri,

– cacingan,

– penglihatan kabur,

– mata merah, bengkak dan terasa sakit akibat panas pada organ hati,

– batuk disertai banyak dahak,

– beri-beri, darah tinggi (hipertensi),

– sakit kuning (jaundice), dan

– rematik gout.

Cara pemakaian :

Herba kering sebanyak 10 – 15 g atau yang segar sebanyak 15 30 g direbus, lalu diminum airnya. Bisa juga herba segar ditumbuk lalu diperas dan saring untuk diminum. Untuk pemakaian bijinya, siapkan 10 – 15 g biji daun sendok, lalu direbus dan diminum airnya. Untuk pemakaian luar, herba segar dipipis lalu dibubuhkan pada luka berdarah, tersiram air panas atau bisul, lalu dibalut. Pemakaian juga bisa dengan cara direbus, lalu airnya untuk kumur-kumur pada dang gusi dan sakit tenggorok. Bisa juga digunakan dengan cara digiling halus, lalu dibuat salep untuk mengatasi bisul, abses, dan koreng

Contoh pemakaian :

1. Melancarkan kencing

a. Herba daun sendok segar sebanyak 6 ons dicuci, tambahkan gula

batu secukupnya. Bahan tersebut direbus dengan 3 liter air,

sampai air rebusannya tersisa separo. Minum seperti air teh

habiskan dalam sehari.

b. Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat Peras

dan saring sampai airnya terkumpul 1/2 gelas. Tambahkan madu 1

sendok makan, lalu diminum sekaligus.

2. Kencing berdarah :

Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Peras

dan saring sampai airnya terkumpul 1 gelas. Minum sebelum makan

3. Disentri panas :

Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk halus. Peras dan

saring sampai terkumpul 1 gelas. Tambahkan madu 2 sendok makan

sambil diaduk merata. Air perasan,tersebut lalu ditim sebentar.

Minum sekaligus selagi hangat.

4. Disentri basiler, diare :

Herba daun sendok segar sebanyak 30 g setelah dicuci bersih lalu

direbus dengan 2 gelas air sampai air rebusannya tersisa 1 gelas

Setelah dingin disaring, airnya diminum sehari 2 kali, masing-masing

1/2 gelas.

5. Mimisan :

Daun sendok segar sebanyak 15 g dicuci lalu dipipis. Seduh dengan

secangkir air panas. Setelah dingin diperas dan disaring, lalu

diminum sekaligus.

6. Batuk sesak, batuk darah :

Herba daun sendok segar sebanyak 60 g dicuci lalu tambahkan air

bersih sampai terendam dan 30 g gula batu. Ditim sampai mendidih

selama 15 menit. Minum selagi hangat.

Komposisi :

Sifat kimiawi dan efek farmakologis: Herba ini bersifat manis dan dingin. dan menghilangkan haus. Biji bersifat manis, dingin, masuk meridian ginjal, hati, usus halus dan paru.

Kandungan kimia:

Herba ini mengandung plantagin, aukubin, asam ursolik, Beta-si- tosterol, n-hentriakontan, dan plantagluside yang terdiri dari methyl D-galakturonat, D-galaktosa, L-arabinosa dan L-rhammosa. Juga rnengandung tanin, kalium dan vitamin (B1, C, A). Kalium bersifat peluruh kencing dan melarutkan endapan garam kalsium yang terdapat dalam ginjal dan kandung kencing. Zat aktif aukubin selain berkhasiat melindungi hati terhadap pengaruh zat beracun yang dapat rnerusak sel-sel hati (hepatoprotektor), juga berkhasiat antiseptik. Biji (che qian zi) daun sendok mengandung asam planterolik, plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, asam galacturonat dan rharnnose), protein, musilago, aucubin, asam suksinat, adenin, cholin, katalpol, syringin, asam lemak (palmitat, stearat, arakidat, oleat, linolenat dan lenoleat), serta flavanone glycoside. Sedangkan bagian akar mengandung naphazolin.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian:

1. Fraksi etil asetat (asam) daun sendok dengan dosis 2 glkg bb yang diberikan secara oral pada tikus putih jantan yang telah diinduksi dengan asetosal 200 mglkg bb, ternyata mempunyai aktivitas antiuicer. Penapisan fitokimia fraksi etil asetat asam menunjukkan adanya golongan triterpenoid dan monoterpenoid (Sariati, Jurusan Farinasi FMIPA UNPAD, 1993).

2. Infus daun sendok 10% dan 20% terhadap kelarutan Ca dan Mg dari batu ginjal secara in vitro, mernpunyai efek melarutkan kalsium dan magnesium dari batu ginjal secara bermakna dibandingkan air suling (Ismedsyah, Jurusan Farmasi FMIPA USU, 199 1).

3. Ekstrak daun sendok pada konsentrasi 1 – 3 g/wi menunjukkan daya antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Shigella sonnei (Meriana Sugiarto, Fak. Farmasi Univ. Katolik Widya Mandala, .1992). http://adesoban.blogspot.com/Iptek.net.id

DAUN WARU

(Hibiscus tiliaceus L.)

Familia :

malvaceae.

Uraian:

Tumbuhan tropis berbatang sedang, terutama tumbuh di pantai yang tidak berawa atau di dekat pesisir. Waru tumbuh liar di hutan dan di ladang, kadang-kadang ditanam di pekarangan atau di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Pada tanah yang subur, batangnya lurus, tetapi pada tanah yang tidak subur batangnya tumbuh membengkok, percabangan dan daun-daunnya lebih lebar. Pohon, tinggi 5-15 m. Batang berkayu, bulat, bercabang, warnanya cokelat. Daun bertangkai, tunggal, berbentuk jantung atau bundar telur, diameter sekitar 19 cm. Pertulangan menjari, warnanya hijau, bagian bawah berambut abu-abu rapat. Bunga berdiri sendiri atau 2-5 dalam tandan, bertaju 8-11 buah, berwarna kuning dengan noda ungu pada pangkal bagian dalam, berubah menjadi kuning merah, dan akhirnya menjadi kemerah-merahan. Buah bulat telur, berambut lebat, beruang lima, panjang sekitar 3 cm, berwarna cokelat. Biji kecil, berwarna cokelat muda. Daun mudanya bisa dimakan sebagai sayuran. Kulit kayu berserat, biasa digunakan untuk membuat tali. Waru dapat diperbanyak dengan biji.

Nama Lokal:

NAMA DAERAH Sumatera: kioko, siron, baru, buluh, bou, tobe, baru, beruk, melanding. Jawa: waru, waru laut, waru lot, waru lenga, waru lengis, waru lisah, waru rangkang, wande, baru. Nusa Tenggara: baru, waru, wau, kabaru, bau, fau. Sulawesi: balebirang, bahu, molowahu, lamogu, molowagu, baru, waru. Maluku: war, papatale, haru, palu, faru, haaro, fanu, halu, balo, kalo, pa. Irian jaya: kasyanaf, iwal, wakati. NAMA ASING Tree hibiscus. NAMA SIMPLISIA Hibisci tiliaceus Folium (daun waru), Hibisci tiliaceus Flos (bunga waru).

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Daun berkhasiat antiradang, antitoksik, peluruh dahak, dan peluruh kencing. Akar berkhasiat sebagai penurun panas dan peluruh haid.

Pemanfaatan :

Bagian yang digunakan

Bagian yang digunakan adalah daun, akar, dan bunga.

Indikasi

Daun waru digunakan untuk pengobatan :

TB paru-paru, batuk, sesak napas,

Radang amandel (tonsilitis),

Demam,

Berak darah dan lendir pada anak, muntah darah,

Radang usus,

Bisul, abses,

Keracunan singkong,

Penyubur rambut, rambut rontok,

Akar digunakan untuk mengatasi :

terlambat haid,

demam.

Bunga digunakan untuk pengobatan :

radang mata.

Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, gunakan daun segar sebanyak 50-100 g atau 15-30 g bunga. Rebus dan air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun waru segar secukupnya sampai halus. Turapkan ramuan ini pada kelainan kulit, seperti bisul atau gosokkan pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut dan sebagai penyubur rambut.

Contoh pemakaian:

TB Paru

1.Potong-potong 1 genggam daun waru segar, lalu cuci seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa sekitar 3/4-nya. Setelah dingin, saring dan tambahkan air gula ke dalam air saringannya, lalu minum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas minum.

2.Sediakan daun waru, pegagan (Centella asiatica L.), dan daun legundi (Vitex trifolia L.) (masing-masing 1/2 genggam), 1/2 jari bidara upas (Merremia mammosa Lour.), 1 jari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.), dan 3 jari gula enau. Cuci semua bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam periuk tanah atau panci email. Masukkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4nya. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

Batuk

Cuci 10 lembar daun waru segar, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Sebelum diminum, tambahkan madu secukupnya.

Batuk berdahak

Cuci 10 lembar daun waru yang masih muda sampai bersih, lalu tambahkan gula batu seukuran telur burung merpati. Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali minum, masing-masing 1/3 bagian.

Radang amandel

Cuci 1 genggam daun waru segar, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya digunakan untuk berkumur (gargle), terus diminum, sehari 3-4 kali, setiap kali cukup seteguk.

Radang usus

Makan daun waru muda yang masih kuncup sebagai lalap.

Berak darah dan lendir pada anak

Cuci 7 lembar daun waru muda (yang masih kuncup) sampai bersih. Tambahkan 1/2 cangkir air sambil diremas-remas sampai airnya mengental seperti selai. Tambahkan gula aren sebesar kacang tanah sambil diaduk sampai larut. Peras dan saring menggunakan sepotong kain halus. Minum air saringan sekaligus.

Muntah darah

Cuci 10 lembar daun waru segar sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan 1 cangkir air minum sambil diremas-remas. Selanjutnya, saring dan tambahkan air gula secukupnya ke dalam air saringannya, lalu minum sekaligus.

Rambut rontok

Cuci 301embar daun waru segar dan 20 daun randu segar ( Ceiba pentandra Gaertn.), lalu giling sampai halus. Tambahkan 2 sendok makan minyak jarak dan air perasan 1 buah jeruk nipis, sambil diaduk sampai rata. Saring ramuan tersebut menggunakan sepotong kain sambil diperas. Gunakan air perasannya untuk menggosok kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan sore hari setelah mandi, lalu bungkus rambut dengan handuk atau sepotong kain. Selanjutnya, cuci rambut keesokan harinya. Lakukan 3 kali seminggu.

Penyubur rambut

Cuci 15 lembar daun waru muda, lalu remas-remas dalam 1 gelas air bersih sampai airnya seperti selai. Selanjutnya, peras dan saring menggunakan sepotong kain. Embunkan cairan yang terkumpul selama semalam. Keesokan paginya, gunakan cairan tersebut untuk membasahi rambut dan kulit kepala. Alhasil, kepala menjadi sejuk dan rambut akan tumbuh lebih subur.

Bisul

Cuci 5 lembar daun waru segar, lalu gi

Komposisi :

Daun mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol, sedangkan akarnya mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

http://Iptek.net.id

DAUN SENGGUGU

(Clerodendron serrature [L.] Spr.)

Sinonim :

C. javanicum, Walp.

Familia :

Verbenaceae

Uraian :

Tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka atau agak terlindung, bisa ditemukan di hutan sekunder, padang alang-alang, pinggir kampung, tepi jalan atau dekat air yang tanahnya agak lembap dari dataran rendah sampai 1.700 m dpl. Senggugu diduga tumbuhan asli Asia tropik. Perdu tegak, tinggi 1 – 3 m, batang berongga, berbongkol besar, akar warnanya abu kehitaman. Daun tunggal, tebal dan kaku, bertangkai pendek, letak berhadapan, bentuk bundar telur sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi tajam, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut halus, panjang 8 – 30 cm, lebar 4 – 14 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk bentuk malai yang panjangnya 6 – 40 cm, warnanya putih keunguan, keluar dari ujung-ujung tangkai. Buah buni, bulat telur, masih muda hijau, setelah tua hitam. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :

Singgugu (Sunda). srigunggu, sagunggu (Jawa).; Kertase, pinggir tosek (Madura). senggugu (Melayu).; Sinar baungkudu (Batak Toba), tinjau handak (Lampung),; San tai hong hua (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Menjernihkan suara, batuk, sesak naps (asma), memar, rematik,; Radang saluran napas (bronkhitis), tulang patah (faktur), bisul, ; Perut busung, cacingan, malaria, tenaga setelah melahirkan,; Digigit ular,;

Pemanfaatan :

Bagian yang digunakan : seluruh bagian tumbuhan.

Indikasi :

Tumbuhan ini berkhasiat untuk:

– menjernihkan suara,

– batuk, sesak napas (asma), radang saluran napas (bronkitis),

– tulang patah (fraktur), memar, rematik,

– perut busung, cacingan,

– malaria,

– memulihkan tenaga sehabis melahirkan, dan

– digigit ular, bisul.

Cara pemakaian :

Seluruh tumbuhan sebanyak 10 – 15 g direbus atau digiling menjadi bubuk dan diseduh, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar ditumbuk sampai lumat lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau daun segar direbus, airnya untuk mencuci luka.

Contoh pemakaian :

1. Menjemihkan suara

Akar senggugu sebanyak 10 g ditumbuk halus. Tambahkan 1/2

cangkir air masak sambil diremas merata. Peras dan saring, lalu

minum sekaligus.

2. Asma, bronkitis, sukar kencing.

Akar senggugu sebanyak 10 g diiris tipis-tipis lalu diseduh dengan

secangkir air panas. Setelah dingin, diminum.

3. Borok berair

Daun segar secukupnya direbus. Setelah dingin airnya dipakai untuk

mencuci borok.

4. Rematik

Daun senggugu segar ditumbuk dengan adas pulasari atau daun

senggugu muda diremas halus dengan sedikit kapur. Baban tersebut

lalu dibalurkan di tempat yang sakit.

5. Perut busung, cacingan

Daun senggugu, temulawak, dan sedikit garam diseduh dengan

secangkir air panas. Setelah dingin disaring, lalu minum sekaligus.

6. Batuk

Buah senggugu dikunyah dengan sirih, airnya ditelan. Atau buahnya

sebanyak 2 buah dicuci bersih lalu dikunyah perlahan-lahan, dan

telan. Setelah itu, minumlah air hangat.

Catatan :

Di daerah Imogiri, Yogyakarta, senggugu digunakan oleh pengobat tradisional Gurah, yaitu kulit akar ditumbuk dan diseduh dengan air, kemudian diteteskan pada hidung untuk menjernihkan suara, mengeluarkan lendir dari tenggorokan, dan pengobatan sinusitis.

Komposisi :

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : daun senggugu, pahit, pedas, dan sejuk. kandungan kimia : daun banyak mengandung kalium, sedikit natrium, alkaloid, dan flavonoid flavon. kulit batang mengandung senyawa triterpenoid, asam oleanolat, asam queretaroat, dan asam serratogenat. sedangkan kulit akar mengandung glikosida fenol, manitol, dan sitosterol. efek farmakologis dan hasil penelitian : infus daun senggugu secara in vitro dapat menghancurkan batu ginjal. http://adesoban.blogspot.com/Iptek.net.id

Daun cocor bebek


(Desmodium triquetrum [L.] D.C.)

Nama Lokal :

Genteng cangkeng, ki congcorang, potong kujang,; cen-cen (Sunda), ), daun duduk, sosor bebek, gulu walang,; Gerji,cocor bebek (Jawa). daun duduk (Sumatera); Three-flowered desmodium (Ingg Sinonim :

= Hedysarm triquetrum, Linn. = Pteroloma triquetrum, Benth. = P. triquetrum, (Linn.), Desv.Familia :Papilionaceae (Leguminosae)

Uraian :

Daun duduk dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.500 m dpl. tumbuh liar di tempat terbuka dengan cahaya matahari yang cukup atau sedikit naungan, serta tidak begitu kering. Perdu menahun, tumbuh tegak atau menanjak, tinggi 0,5 – 3 m, dengan kaki yang berkayu. Batang bulat, beruas, permukaan kasar, percabangan simpodial, diameter 2 cm, cokelat. Daun tunggal, berseling, berdaun penumpu, tangkai daun bersayap lebar. Helaian daun lanset, ujung meruncing, pangkal rata, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 10 – 20 cm, lebar 1,5 – 2 cm, masih muda cokelat, setelah tua hijau. Bunga majemuk, malai, keluar dari ujung batang, mahkota berbentuk kupu-kupu warnanya putih keunguan, berambut halus, pangkal berlekatan. Buah polong, panjang 2,5 – 3,5 cm, lebar 4 – 6 mm, berambut, berisi 4 – 8 biji, masih muda hijau, setelah tua cokelat. Biji kecil, bentuk ginjal, warnanya cokelat muda. Perbanyakan dengan biji.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Mencegah pingsan (heat stroke), demam,salesma, disentri, wasir,; Radang amandel (tonsilitis), gondongan (parotitis), skleroderma,; Lelehan nanah (piorea), radang ginjal akut (acute nephritis), ; Sembab (edema), radang usus (entiris), muntah pada kehamilan,; Infeksi cacing tambang (hookworm), infeksi cacing pita di hati,; Keputihan akibat trichomonas (trichomonal vaginitis), rematik,; Sakit kuning (ikterik hepatitis), TBC tulang dan kelenjar limfa,; Kurang gigi pada anak, keracunan buah nanas, multipel abses,;

Pemanfaatan :

Bagian yang digunakan :

Seluruh bagian kecuali akar (herba) dapat digunakan.

Pemakaian dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi :

Herba ini berkhasiat untuk:

– mencegah pingsan karena udara panas (heat stroke), demam, selesma,

– radang amandel (tonsilitis), gondongan (parotitis), lelehan nanah

(piorea),

– radang ginjal akut (akut nephritis), sembab (edema),

– radang usus (enteritis), disentri,

– infeksi cacing tambang (hookwonn), infeksi cacing pita di hati,

– keputihan akibat trichomonas (trichomonal vaginitis),

– muntah-muntah pada kehamilan, kurang gizi pada anak-anak,

– sakit kuning (ikterik hepatitis),

– keracunan buah nanas,

– TBC tulang dan kelenjar limfa, multipel abses,

– skleroderma,

– wasir,

– rematik.

Cara pemakaian :

Siapkan herba daun duduk sebanyak 15-60 g, lalu direbus dan minum. Pemakaian luar digunakan untuk mengompres wasir, abses, sakit pinggang, dan pegal-pegal pada kaki dengan herba daun duduk yang digiling halus.

Contoh pemakaian :

1. Wasir :

Ambil 20 g daun segar, dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air

selama 15 menit. Setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum

sekaligus. Lakukan setiap hari.

2. Radang ginjal akut, edema :

Ambil herba daun duduk sebanyak 60 g, dicuci lalu direbus dengan

3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum

sekaligus pada pagi hari.

3. Muntah pada kehamilan :

Ambil herba daun duduk sebanyak 30 g, dicuci lalu dipotong-potong

seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.

Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali rninum, yaitu pagi, siang,

dan sore, masing-masing 1/3 gelas.

4. Disentri :

Ambil herba daun duduk segar sebanyak 30 g, dicuci lalu digiling

halus. Seduh dengan 3/4 cangkir air panas, biarkan selama 15

menit. Tambahkan garam seujung sendok teh sambil diaduk. Peras

dan saring. Hangat-hangat diminum sekaligus.

CATATAN :

Bila herba ini ditambahkan pada ikan asin dan daging, dapat melindungi makanan tersebut dari serbuan lalat dan belatung. Iptek.net.id

About ade subandi

saya faham akan ketidaksmepurnaan dalam tulisan yang saya buat melalui blog ini masih banyak sekali kekurangan. namun dengan blog yang sederhana ini paling tidak ada nilai manfaat meskipun kecil semoga ada hikmahnya buat para readers netters.

Diskusi

4 thoughts on “Obat Tradisional Herbal Penyembuh Penyakit

  1. Kunjungan sore, silahkan mampir juga ke site kami ada program kemitraan senilai 3,5 juta nett, jika berminat bisa email ke info@gujahe-kbm.com

    Posted by gendisbanyumas | Juli 13, 2010, 08:03
  2. saya ingin bertanya.saya mempunyai teman.2 tahun yang lalu dia menderita penyakit malaria tropika.dan mengenai syaraf matanya.dan sekarang matanya kabur.untuk memulihkan matanya kembali,obat yang berasal dari lendir tumbuhan,ada gk????

    Posted by asmi | Juli 11, 2010, 10:12

ONLY JUST CLIK PAID MONEY FREE

DIBAYAR FACEBOOK

Berbisnis dan berbagi bersama anak yatim

BAYAR APA SAJA MUDAH PLUS PASIF INCOME

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

your site traffic and get extra money free

SEJARAH SUKU BADUY

KLIK DISINI

WISATA GUNUNG SALAK

Taman Nasional Gunung Halimun – Salak

Destinasi Alam Petualang

Follower recent

Tips dan Trik Sukses Bisnis Online

visitor

  • 81,556 hits

Page Rank

free counters
ihannug

nobody's perfect

Liby Everlasting

Dari "Nothing" menjadi "Something"

RAU TRADE CENTER KOSUMBA

A great WordPress.com site

risqiaputri

Hanya sebuah kerikil kecil

BELAJAR INET MARKETING

Belajar Bisnis Online dan Internet Marketing

AndraUlfaWijaya

hidupku.. hidupmu..

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: