//
you're reading...
TENTANG ISLAM

Fanatisme yang tumbuh subur di negeri kita


Fanatisme Buta
(Ade Subandi )

Di penghujung abad hijriah yang lalu, di kota Syam terjadi sebuah peristiwa yang cukup “unik”. Beberapa pemuka madzhab Syafi’i mendatangi sang hakim yang ada di negri tersebut. Apa gerangan yang mereka inginkan ?

Mereka mengajukan sebuah tuntutan kepada sang hakim agar sang hakim mengeluarkan keputusan untuk membagi setiap mesjid yang ada di negri itu menjadi dua. Setengahnya untuk mereka para pengikut madzhab Syafi’i dan setengahnya lagi untuk para pengikut madzhab hanafy. Mengapa ?

Usut punya usut ternyata penyebabnya adalah karena : “Para pemuka madznab hanafy itu berbeda pendapat tentang hukum pernikahan pria bermadzhab hanafy dengan wanita bermadzhab syafi’I, sebagian mereka menganggap pernikahan itu tidak sah dengan alasan wanita bermadzhab syafi’i itu diragukan keimanannya, sementara sebagian yang lain membolehkannya dengan mengqiyaskannya pada wanita dzimmiyyah (ahlu dzimmah)”.

Jadi ternyata para pemuka madzhab syafi’I itu sangat tersinggung dengan apa yang dibahas oleh para pemuka madzhab hanafy yang sampai pada tingkat meragukan keimanan mereka sebagai seorang muslim bahkan manyamakan mereka sama dengan kafir dzimmy.

Apa yang kita lihat dari kisah ini hanyalah satu contoh di antara begitu banyak contoh yang menunjukkan bahaya yang lahir bila fanatisme buta merajalela di tengah-tengah kita. Ketika yang menjadi patokan dan ukuran adalah ketokohan seseorang, dan tidak lagi pada apakah ucapan atau pendapatnya sejalan dengan al-haq –dan yang kita maksudkan dengan al-haq tiada lain dan tiada bukan selain daripada Al-Qur’an dan As-sunnah yang dipahami secara benar-.

Bila fanatisme buta telah mewabah maka yang lahir pastilah pengkultusan tanpa batas. Dan bukankah sejarah telah mencatat bahwa pengkultusan individu adalah sebab utama terpecahnya dan hancurnya ummat ini. Yang lebih parah lagi adalah bahwa kultus individu telah menjatuhkan kaum muslimin ke dalam jurang kesyirikan. Bagaimana tidak ? Akibat terlalu mengkultuskan individu tertentu, dalam diri mereka kemudian lahir kayakinan yang sesat : “sang tokoh” mengetahui hal-hal yang ‘ghaib’lah, dikawal malaikatlah –kalau yang dimaksud malaikat penacatat amal sih tak masalah- , dan lain-lain.

Bukankah yang menyebabkan kaum kafir quraisy dahulu menolak mengikuti Rasulullah adalah karena mereka terlalu fanatik dengan ajaran nenek moyangnya. Kesesatan yang samapun bisa terjadi pada diri kita bila kita tidak mau membebaskan diri dari belenggu “fanatisme buta “ dan “pengkultusan individu” ini. Dan apa yang kita saksikan pada hari-hari belakangan ini di tanah air kita hanyalah satu contoh lagi yang menunjukkan betapa mengerikannya dampak negatif penyakit yang satu ini. Bukan hanya bangunan yang hancur namun sebuah bangsa bisa hancur berkeping-keping bila masih saja rela dengan penyakit ini.

Dalam Islam kita diajari untuk tidak taklid buta dan mengkultuskan individu. Seperti ucapan Imam Malik –Rahimahullah- : “Setiap perkataan bisa saja ditolak atau diterima kecuali perkataan penghuni kubur ini” –kata beliau seraya menunjuk makam Rasulullah-.

Jadi bagi kita kaum muslimin, perkataan siapapun –sekali lagi : siapapun juga !- bisa diterima ataupun ditolak tanpa pandang bulu –walaupun seorang bernenekmoyangkan para ulama- kecuali Firman Allah dan sabda RasulNya yang mulia.

Maka ukuran penerimaan dan penolakan suatu pendapat sepenuhnya berpulang pada : apakah pendapat itu sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah –yang dipahami secara benar sebagaimana dipahami oleh As-Salaf Ash-Shaleh-. Maka tepatlah apa yang diungkapkan oleh sebagian ulama bahwa :

“Kebenaran itu tidaklah diukur berdasarkan (pendapat) orang namun sesorang itu akan dikenal dengan kebenaran yang ia perjuangkan”.

Akhirnya, bagi kita –para pembaca yang budiman- kebenaranlah yang berhak untuk diikuti walaupun ia bertentangan dengan keinginan diri atau terpaksa menjatuhkan orang yang kita cintai dan hormati.
Wallahul Muwaffiq !

About ade subandi

saya faham akan ketidaksmepurnaan dalam tulisan yang saya buat melalui blog ini masih banyak sekali kekurangan. namun dengan blog yang sederhana ini paling tidak ada nilai manfaat meskipun kecil semoga ada hikmahnya buat para readers netters.

Diskusi

Komentar ditutup.

ONLY JUST CLIK PAID MONEY FREE

DIBAYAR FACEBOOK

Berbisnis dan berbagi bersama anak yatim

BAYAR APA SAJA MUDAH PLUS PASIF INCOME

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

your site traffic and get extra money free

SEJARAH SUKU BADUY

KLIK DISINI

WISATA GUNUNG SALAK

Taman Nasional Gunung Halimun – Salak

Destinasi Alam Petualang

Follower recent

Tips dan Trik Sukses Bisnis Online

visitor

  • 81,556 hits

Page Rank

free counters
ihannug

nobody's perfect

Liby Everlasting

Dari "Nothing" menjadi "Something"

RAU TRADE CENTER KOSUMBA

A great WordPress.com site

risqiaputri

Hanya sebuah kerikil kecil

BELAJAR INET MARKETING

Belajar Bisnis Online dan Internet Marketing

AndraUlfaWijaya

hidupku.. hidupmu..

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: