//
you're reading...
TENTANG ISLAM

Wanita Shalihat


Yaitu mereka yang berdoa ”Ya Tuhan kami, anugerahilah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi perhiasan mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Furqan : 74)

Suatu ketika seorang sahabat menghadap Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam. Dia berkata, ”Aku mempunyai seorang istri yang selalu menyambutku bila aku pulang ke rumah, dan mengantarku sampai ke pintu bila aku akan pergi. Bila mendapati aku bersedih, ia menghiburku dengan mengatakan, ‘Bila kau memikirkan uang untuk makan, jangan khawatir karena Allah memberi makan kita. Bila kau memikirkan tentang kehidupan yang akan datang, maka semoga Allah meluaskan pikiran dan usahamu’.”

Mendengar penuturan sanabatnya, Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam berucap, ”Sesungguhnya Allah mempunyai utusan dan wakil-wakil di dunia ini, dan istrimu adalah salah seorang di antaranya. Wanita yang demikian itu akan diberi ganjaran setengah dari ganjaran orang-orang yang mati syahid.” (Al Hadits)

Ketabahan Para Isteri

Di balik kesuksesan para suami memimpin ummat biasanya ada peran seorang pendukung utama. Mereka tidak tampak di permukaan, tetapi perannya sangat besar. Merekalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam kehidupan masyarakat. Itulah para isteri yang selalu setia memberi semangat dan mendorong suaminya pada amal-amal salih.

Sebaliknya, di belakang para pemimpin yang brengsek biasanya juga terdapat seorang isteri yang menjerumuskan suaminya dalam kesalahan. Tidak heran bila orang suka menghujat bahwa yang menyebabkan kerusakan seorang kepala negara adalah isterinya sendiri. Contohnya, orang sering berkelakar bahwa Pak Harto sebenarnya baru berkuasa 2 Tahun saja, karena selama 30 tahun kekuasaannya dikendalikan oleh Ibu Tien. Banyak orang menilai bahwa Bu Tienlah yang dahulu membudayakan KKN di tengah keluarga Pak Harto…

Isteri para pemimpin Islam memiliki keteladanan dalam ketabahan menghadapi masalah yang menimpa suaminya di medan dakwah. Ummul Mukminin Siti Khadijah –Radliyallahu Anha — memberikan contoh terindah. Suatu malam suaminya, Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam, pulang ke rumah dengan tubuh bergetar dan wajah pucat pasi. Rupanya beliau baru saja didatangi Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu pertama di Gua Hira’, Dalam kondisi yang membuat Nabi kaget itu Khadijah segera memeluk suaminya. ”Jangan khawatir, putra pamanku. Tuhan memuliakanmu.” Ucapan dan belaian Khadijah berhasil menenangkan kembali jiwa Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam.

Khadijah Radliyallahu Anha dikenal sejarah Islam sebagai sosok yang tak pernah lelah dalam mendukung da’wah suaminya baik dengan harta maupun nyawa. Dia menjadi gambaran kongkrit isteri ideal dalam pandangan Islam. Sejarah Islam banyak mencatat peran besar para isteri dalam kesuksesan da’wah suami. Seperti Fathimah binti Muhammad yang menjadi pendorong utama da’wah Ali bin Abi Thalib, Asma binti Abu Bakar yang banyak memotivasi Zubair bin Awwam. Fathimah isteri Khalifah Umar bin Abdul Aziz terkenal sebagai wanita mulia yang sanggup menanggalkan kekayaannya demi mengikuti jejak suaminya dalam menegakkan pemerintahan yang bebas dari budaya KKN.

Sejarah para sahabiyat memang dipenuhi dengan keteladanan kaum wanita yang mendukung da’wah dan perjuangan di berbagai bidang. Sudah menjadi slogan umum di kalangan wanita muslimah ungkapan kepada para suami, “Kami dapat sabar dengan kelaparan karena Anda tidak membawa uang tetapi kami tidak sabar dengan api neraka karena Anda membawa sedikit uang haram”

Dalam sejarah di tanah air, kita mengenal isteri Kyai Ahmad Dahlan yang dengan busana muslimahnya selalu menjadi penyemangat suaminya dalam berda’wah di organisasi Muhamadiyah. Demikian pula isteri Kyai Wahid Hasyim salah seorang pendiri NU yang tiada henti-hentinya mendorong suaminya berjuang di medan dakwah.

Pada tahun 1950-an, seorang ulama, Buya HAMKA – mengumpulkan istri dan seluruh anaknya. Ulama yang juga penulis roman itu menyampaikan ultimatum yang diterimanya dari Presiden Soekarno: memilih tetap jadi pegawai atau jadi anggota Masyumi dengan konsekuensi kehilangan pendapatan bulanan berupa uang maupun beras.

Dalam suasana mencekam itu, tiba-tiba istrinya berkata, ”Dulu Buya tidak jadi pegawai, kita bisa tetap makan.” Omongan istri tercinta itu kontan membuat suasana jadi cair dan penuh kegembiraan. Sejarah mencatat, setelah tidak jadi pegawai negeri lagi, karier HAMKA sebagai ulama maupun penulis justru semakin meningkat. Buya berhasil menulis banyak buku dan menyusun Tafsir Al Azhar yang hasilnya dapat dinikmati Ummat Islam. Hal ini mungkin tidak akan terealisasi seandainya Buya tetap menjadi pegawai negeri.

Perhiasan Terindah

Nabi Muhammad pernah mengungkapkan kata-kata beliau yan terkenal, “Dunia itu perhiasan dan sebaik-baik perhiasan Dunia adalah isteri yang solehat”.

Beliau juga pernah menyatakan, “Di antara kebahagiaan Dunia adalah rumah yang luas, isteri yang saleh dan kendaraan yang meriangkan”.

Salah satu karakteristik yang sangat menonjol pada istri yang salehah adalah empatinya yang sangat besar terhadap suami. Meskipun secara kodrati (lahiriah) pria umumnya kuat dan tegar, pada dasarnya setiap suami sangat membutuhkan rasa empati dari istrinya.

Seorang pria harus bekerja setiap hari untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Dalam menekuni pekerjaannya itu, tak selamanya dia bertemu orang-orang baik. Tidak jarang dia justru harus berhadapan dengan orang-orang yang kasar dan licik, dengki dan sombong. Dia pun mungkin harus menghadapi persoalan-persoalan lain seperti tekanan dalam bekerja, tekanan dari pimpinan/kolega, kemacetan lalu lintas, hingga kondisi politik dan ekonomi yang memburuk.

Pada zaman krisis seperti ini, banyak persoalan melanda kaum pria. Dari soal pekerjaan, PHK, pemotongan gaji, penghapusan tunjangan-tunjangan, hingga naiknya harga barang-barang. Dunia kerja dipenuhi dengan rsiko besar yang setiap saat mengancam atau paling tidak merugikan.

Isteri salehat juga menjadi tumpuan dalam pendidikan dan pembinaan anak-anak. Dia adalah ibu teladan yang mampu membimbing anak-anaknya menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat. Anak-anak adalah ladang pahala bagi setiap ibu, menjadi sumber kemuliaan dan keteguhan pribadinya. Wanita menjadi mulia karena menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya… Dan Islam mewajibkan setiap manusia untuk menghormati ibunya.

Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam, “Siapakah yang paling berhak untuk mendapatkan perlakuan baikku”, “Ibumu” jawab Nabi. “Kemudian siapa”, tanyanya lagi, “ibumu”. Kemudian siapa lagi?”, “Ibumu”… kemudian ayahmu”. (Al Hadits)

Di saat krisis, banyak keluarga menjadi bingung dalam membentengi rumahtangga dari pengaruh kerusakan moral yang menyebar di masyarakat. Berbagai prilaku asosial di tengah masyarakat dapat merusak moral dan mental anak-anak kita. Anak-anak dikepung dengan contoh-contoh dan sajian buruk yang dapat ditemukan dimana-mana… Filem-filem televisi penuh dengan adegan kekerasan, berita di koran, majalah, berita liputan televisi… dipenuhi peristiwa kriminal, kejahatan, dan penyimpangan-penyimpangan lainnya. Masyarakat mengalami perubahan ekonomi, sosial, dan politik yang membuat mereka frustasi dan akibatnya sangat mengguncang jiwa anak-anak….

Para ibu merupakan benteng utama untuk membangun masyarakat yang diridhai Allah. Tidak heran bila Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam mengatakan, “Ibu adalah tiang negara. Bila para ibu menjadi rusak, rubuhlah negara itu”.

Di tengah gelombang krisis akhlaq dan ekonomi seprti sekarang ini, alangkah bahagianya pria yang memiliki istri yang salehah. Wanita-wanita seperti itu bagaikan cahaya mata bagi suaminya, seperti doa yang diajarkan dalam Alquran, ”Ya Tuhan kami, anugerahilah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi perhiasan mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

MENYAYANGI ISTRI

Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam pernah menyatakan, ”Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku orang yang paling baik kapada isteriku”,” (HR Ibnu Majah).

Dalam bahasa Arab pergaulan, seorang isteri disebut ”hurmah” atau makhluk yang mulia, terhormat. Dalam konotasi lain, berarti orang yang harus dilindungi. Allah telah menjadikan suami sebagai pelindung dan penyayang isterinya. Anak-anak juga harus menyayangi dan melindungi ibu mereka. Bagi seluruh anggota keluarga, ibu atau nenek adalah yang lebih terhormat dibandingkan ayah dan kakek.

Al Qur-an melarang kaum pria memandang wanita bukan mahromnya untuk memelihara kepribadian dua belah pihak sehingga kesucian jiwa selalu terjaga. (An Nur: 30). Kaum wanita pun diperintah menutup aurat agar tidak menjadi sasaran pandangan lelaki hidung belang…

Salah satu surat Al Qur-an dinamakan An Nisaa (Wanita-wanita) dan satu surat membicarakan khusus tentang kehormatan wanita yaitu surat An Nur (Surat ke 24).

Salah satu di antara banyak fungsi diutusnya Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam adalah mengangkat derajat wanita ke derajat yang luhur dan tinggi. Sebelum kedatangan ajaran Islam, perempuan dianggap sebagai benda yang diwarisi. Kehormatannya seperti tiada harganya. Dan ketika Islam datang, perempuan dimuliakan oleh Islam. Tugas dan kewajibannya sama dengan pria, mendapat nilai yang sama dalam amal saleh. Mereka harus bekerja sama dengan pria dalam kebajikan dan taqwa. Hanya fungsinya saja yang sedikit berbeda… Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Wanita itu belahan yang sama dengan pria”. (Al hadits)

Dalam hadis Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam yang lain kita temukan banyak sekali wejangan beliau yang memerintahkan untuk menghormati dan melindungi kaum wanita. Beliau memerintahkan suami mencintai isteri, anak menyayangi ibu dan menganjurkan para ayah untuk lebih memperhatikan anak perempuan tenimbang anak laki-laki.

Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam memberikan tuntunan kepada umatnya tentang keluhuran dan kesucian yang luar biasa pada wanita, sehingga kaum Muslimin wajib menjaganya. Tuntunan itu disampaikan Rasulullah saw dalam ungkapan yang sangat lembut sekali, ”Menyentuh bara api lebih baik daripada menyentuh tangan perempuan (yang bukan mahrom).”

Semua ajaran ini ditujukan untuk melindungi dan menyayangi kaum wanita. Mulai dari istri, ibu, anak, keluarga dekat, sampai kaum wanita pada umumnya. Seorang muslim dituntut memelihara kehormatan kaum wanita sebagaimana dia memelihara dan menjaga kehormatan ibunya. (Ades) https://kampungsekolah.wordpress.com

About ade subandi

saya faham akan ketidaksmepurnaan dalam tulisan yang saya buat melalui blog ini masih banyak sekali kekurangan. namun dengan blog yang sederhana ini paling tidak ada nilai manfaat meskipun kecil semoga ada hikmahnya buat para readers netters.

Diskusi

Komentar ditutup.

ONLY JUST CLIK PAID MONEY FREE

DIBAYAR FACEBOOK

Berbisnis dan berbagi bersama anak yatim

BAYAR APA SAJA MUDAH PLUS PASIF INCOME

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

your site traffic and get extra money free

SEJARAH SUKU BADUY

KLIK DISINI

WISATA GUNUNG SALAK

Taman Nasional Gunung Halimun – Salak

Destinasi Alam Petualang

Follower recent

Tips dan Trik Sukses Bisnis Online

visitor

  • 81,556 hits

Page Rank

free counters
ihannug

nobody's perfect

Liby Everlasting

Dari "Nothing" menjadi "Something"

RAU TRADE CENTER KOSUMBA

A great WordPress.com site

risqiaputri

Hanya sebuah kerikil kecil

BELAJAR INET MARKETING

Belajar Bisnis Online dan Internet Marketing

AndraUlfaWijaya

hidupku.. hidupmu..

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: